Senin, 07 Maret 2011 | 16:46 WIB

 

Komite Penyelamatan Persepakbolaan Indonesia (KPPN) mengklaim mendapatkan restu dari FIFA untuk menggelar Kongres PSSI. Saat dideklarasikan di Jakarta, Senin (28/2/20), KPPN beranggotakan 87 anggota pemilik suara PSSI yang terdiri dari Pengurus Provinsi PSSI dan klub.

KPPN juga telah menetapkan jadwal kongres untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding PSSI di Surabaya pada 26 Maret. Kemudian, pada akhir April, KPPN kembali menggelar kongres guna memilih anggota Komite Eksekutif PSSI termasuk Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 di Solo. Prosesnya akan mengacu kepada standar Electoral Code FIFA.

KPPN merasa mereka lebih berhak menggelar kongres karena memiliki hak suara terbanyak. Menurut Ketua KPPN, Syahrial Damopolii, pihaknya berhak menggelar kongres karena PSSI tidak lagi diakui oleh anggotanya.

“Ya, KPPN adalah otoritas PSSI sekarang karena PSSI kemarin sudah tidak dapat restu dari anggota. Tidak dipercaya lagi. Kongres nanti akan benar-benar melaksanakan amanat para pemilik suara sesuai statuta FIFA. Kita harus bikin kongres sendiri, tidak boleh tidak. Peraturannya harus kita tegakkan,” tegas Syahrial saat dihubungi wartawan, Senin (7/3/2011).

Syahrial yang juga Ketua Pengurus PSSI Provinsi Sulawesi Utara itu bahkan menyatakan KPPN sudah membeberkan misinya kepada FIFA. “Pada 1 Maret lalu melalui perwakilan pemerintah di Swiss telah menyampaikan misi KPPN ke FIFA. Tanggapannya positif dan meminta Nurdin Halid tidak maju,” tukasnya.

sumber : kompas